Berbakti kepada Kedua Orang Tua merupakan Kunci Sukses di Dunia maupun di Akhirat

🎙 Ustadz DR Firanda Andirja, Lc. M.A. (حفظه الله تعالى)
📖 Ceramah Pendek: Birul Walidain

Berbakti kepada Kedua Orang Tua merupakan Kunci Sukses di Dunia maupun di Akhirat
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dilapangkan rezekinya hendaknya dia menyambung silaturahmi”

Kalau seseorang kemudian menyambung silaturahmi dengan pamannya, dengan bibinya, dengan kakaknya, dengan adiknya, dengan kerabat Ibunya, dengan kerabat Ayahnya, maka dia akan dilapangkan rezekinya, dibukakan dunia baginya, dan juga dipanjangkan umurnya, umurnya menjadi berkah, maka bagaimana lagi jika dia berbakti kepada Ayah dan Ibunya, dua orang yang sangat diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk kita berbakti kepada mereka berdua.
Oleh karenanya Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Berbaktilah kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya (sebakti-baktinya).”- Itu perintah Allah subhanahu wata’ala.

Memang kita tidak akan mampu untuk membalas bakti Kedua Orang Tua.
Oleh karenanya tatkala datang seorang dari Negeri Yaman berjalan menuju ke Makkah, sambil menggendong Ibunya, tatkala sampai di Makkah, maka diapun Thowaf- mengelilingi Ka’bah sambil mengangkat Ibunya diletakkan diatas lehernya. Setelah itu dia bertanya kepada Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ta’ala anhuma, “Wahai Abdullah Ibnu Umar, apakah menurutmu aku telah membalas jasa Ibuku?”
Apa kata Abdullah bin Umar?
“Kau tidak akan bisa membalas jasa Ibumu, meskipun hanya satu hentakan nafas tatkala Ibumu hendak melahirkanmu.”
Kita tahu seorang Ibu tatkala hendak melahirkan anaknya dia menahan nafas, dengan merasakan kesakitan yang amat sangat, bertaruh antara hidup dan mati, satu hentakan nafas tersebut tidak bisa kita balas.

Belum lagi bagaimana perawatan Ibu kita terhadap kita, bagaimana kasih sayang Ibu kita terhadap kita. Oleh karenanya tidak mungkin, mustahil seorang hamba akan membalas jasa kedua orang tuanya.

Bagaimana pun dia berbuat, dia tidak akan bisa membalas jasa kedua orang tuanya. Bagaimana Ibunya yang merawat dia, menceboknya, membersihkan kotoran dari tubuhnya, dengan senang hati.
Dengan harapan Sang Anak akan menjadi Anak yang baik, dengan harapan agar Sang Anak bisa hidup sampai besar, ini tidak akan pernah bisa dibalas oleh seorang hamba.

Karenanya meskipun kita tidak bisa membalas kebaikan seorang Ibu/ Ayah, namun Allah subhanahu wata’ala memberi ganjaran yang besar bagi seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, yaitu kesuksesan di dunia dan akhirat.

Kalau seorang berbakti kepada orang tuanya, berbakti kepada Ayah dan Ibunya, dia berkorban dengan sedikit hartanya, maka yakinlah dunia akan dibuka baginya, yakinlah bahwasanya Akhirat akan dimudahkan baginya, akan dilapangkan hartanya, akan dipanjangkan umurnya.

Bukankah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memudahkan urusan seorang yang dalam keadaan kesulitan, maka Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat.”
Allah tidak mengatakan hanya memudahkan urusanmu di Akhirat. Tapi Allah mengatakan akan memudahkan urusannya di dunia. Ini kita membantu orang muslim siapa saja, bukan saudara kita- kita bantu, dalam keadaan sulit kita bantu dia. Apa ganjarannya? Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan Akhirat.

Bagaimana dengan orang yang kita bantu ini Ibu kita, Ayah kita yang sedang membutuhkan, lalu kita bantu, kita berkorban harta kita, bagaimana Allah tidak memberikan kemudahan bagi kita di Dunia dan Akhirat.

Betapa banyak kesulitan yang seharusnya menerpa kita, betapa banyak bencana yang harusnya menimpa kita, Allah palingkan dengan sebab bakti kita terhadap kedua orang tua kita.

Oleh karenanya yakinlah, jangan pernah ragu untuk mengeluarkan, berkorban sesuatu untuk Ayah dan Ibu kita, sebelum kedua orang tua kita dipanggil oleh Allah Subhanahu wata’ala. Kedua pintu Surga masih terbuka lebar, pintu Ayah dan pintu Ibu. Kalau sampai sudah tertutup maka yang ada hanyalah penyesalan.

Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan kemudahan bagi saya dan pemirsa sekalian untuk bisa berbakti kepada kedua orang tua.

Baarakallahu Fiikum.